Pertanahan di Aceh Utara, Redistribusi Tanah 100 Persen

Pertanahan di Aceh Utara, Redistribusi Tanah 100 PersenReviewed by Redaksion.This Is Article AboutPertanahan di Aceh Utara, Redistribusi Tanah 100 PersenSuaraperistiwa.com, Aceh utara – Redistribusi tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah dalam hal pemberian tanah Negara yang bersumber dari obyek redistribusi tanah kepada subyek redistribusi tanah. Mahdi, A. Ptnh., M.H. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara kepada media Suaraperistiwa.com menjelaskan, jumlah redistribusi tanah di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2020 sebanyak 1.000 Bidang […]

Suaraperistiwa.com, Aceh utara – Redistribusi tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah dalam hal pemberian tanah Negara yang bersumber dari obyek redistribusi tanah kepada subyek redistribusi tanah.

Mahdi, A. Ptnh., M.H. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara kepada media Suaraperistiwa.com menjelaskan, jumlah redistribusi tanah di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2020 sebanyak 1.000 Bidang dan dialokasikan di lima desa yakni Desa Buket Linteung, Desa Rumoh Rayeuk, Desa Padang Meuria, Desa Leubuk Pusaka, dan Desa Tempel.

“Desa Buket Linteung yang terletak di Kecamatan Langkahan dengan jumlah obyek redistribusi tanah sebanyak 381 bidang yang bersumber dari tanah penguasaan masyarakat.

 

Penggunaan tanah di obyek tersebut berupa Kebun campuran dengan luas total 288,2 hektar,”kata Mahdi.

 

“Arahan fungsi tata ruang di lokasi ini adalah pemukiman pedesaan, perkebunan, perkebunan besar, dan sempadan sungai. Jumlah subyek penerima sebanyak 281 KK yang terdiri dari berbagai profesi antara lain : Petani, mengurus rumah tangga, wiraswasta, pelajar/mahasiswa, pedagang, perawat dan Lain-lain.

 

Pada Bulan Februari lalu, Desa Buket Linteung menjadi desa pertama di Indonesia sebagai lokasi diterbitkannya sertipikat redistribusi tanah.

Desa Rumoh Rayeuk terletak di Kecamatan Langkahan dengan jumlah obyek redistribusi tanah sebanyak 203 bidang yang bersumber dari tanah penguasaan masyarakat.

 

Penggunaan tanah di obyek tersebut berupa Kebun Campuran dengan luas total 187,4 hektar. Arahan fungsi tata ruang di lokasi ini adalah pemukiman pedesaan, perkebunan, perkebunan besar dan pertanian lahan basah.

 

“Adapun Jumlah subyek penerimanya sebanyak 164 KK yang terdiri dari berbagai profesi antara lain: petani, mengurus rumah tangga, wiraswasta, pelajar/mahasiswa, pedagang, karyawan, BUMN, sopir, TNI, tukang kayu, bidan dan guru.

Desa Padang Meuria yang terletak di Kecamatan Langkahan dengan jumlah obyek redistribusi tanah sebanyak 122 bidang yang bersumber dari tanah penguasaan masyarakat.

 

Penggunaan tanah di obyek tersebut berupa Kebun dan persawahan dengan luas total 31,9 hektar. Arahan fungsi tata ruang di lokasi ini adalah pemukiman pedesaan, perkebunan, dan pertanian lahan basah.

 

Jumlah subyek penerimanya sebanyak 64 KK yang terdiri dari berbagai profesi antara lain : Petani, Mengurus Rumah Tangga, Wiraswasta, Pelajar/Mahasiswa, Pedagang, Guru, PNS, Mekanik dan Karyawan Swasta.

Desa Leubok Pusaka terletak di Kecamatan Langkahan dengan jumlah obyek redistribusi tanah sebanyak 236 bidang yang bersumber dari tanah penguasaan masyarakat.

Penggunaan tanah di obyek tersebut berupa kebun sejenis dengan luas total 187,4 hektar. Arahan fungsi tata ruang di lokasi ini adalah pemukiman pedesaan dan perkebunan.

Jumlah subyek penerimanya sebanyak 164 KK yang terdiri dari berbagai profesi antara lain : Petani, Mengurus Rumah Tangga, Wiraswasta, Pelajar/Mahasiswa, Pedagang, Karyawan BUMN, Sopir, TNI, Tukang Kayu, Bidan dan Guru.

Desa Tempel terletak di Kecamatan Cot Girek dengan jumlah obyek redistribusi tanah sebanyak 58 bidang yang bersumber dari tanah penguasaan masyarakat.

 

Penggunaan tanah di obyek tersebut berupa kebun dengan luas total 60,3 hektar. Arahan fungsi tata ruang di lokasi ini adalah perkebunan dan perkebunan besar.

“Jumlah subyek penerimanya sebanyak 51 KK yang terdiri dari berbagai profesi antara lain petani, mengurus rumah tangga, wiraswasta, pelajar/mahasiswa, pedagang, pensiunan, guru, PNS, Karyawan BUMN, Karyawan Swasta dan tidak/belum bekerja,”tutup Mahdi.[red_HI]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below