Dampak Covid-19, Perbankan Harus segera realisasikan Program Relaksasi kredit

Dampak Covid-19, Perbankan Harus segera realisasikan Program Relaksasi kreditReviewed by Redaksion.This Is Article AboutDampak Covid-19, Perbankan Harus segera realisasikan Program Relaksasi kredit  Suarapeeistiwa.Jakarta – Anggota DPR RI Rafli menegaskan perbankan harus segera realisasikan program relaksasi kredit ditengah kondisi wabah covid-19 yang mempengaruhi dunia usaha dan berdampak pada perekonomian masyarakat.   “Persoalan krusial penyelematan dunia usaha akibat wabah covid-19, harus segera di realisasikan melalui program relaksasi kredit yang digulirkan, baik bagi UMKM, koperasi, maupun usaha yang bergerak […]

 

Suarapeeistiwa.Jakarta – Anggota DPR RI Rafli menegaskan perbankan harus segera realisasikan program relaksasi kredit ditengah kondisi wabah covid-19 yang mempengaruhi dunia usaha dan berdampak pada perekonomian masyarakat.

 

“Persoalan krusial penyelematan dunia usaha akibat wabah covid-19, harus segera di realisasikan melalui program relaksasi kredit yang digulirkan, baik bagi UMKM, koperasi, maupun usaha yang bergerak lebih besar”

Hal itu diungkapkan Rafli melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dengan Pimpinan Bank BUMN, yang berlangsung virtual pada Kamis 30 April 2020 membahas implementasi PERPPU No 1 Tahun 2020

 

“Kita dan masyarakat dunia sedang berada diambang krisis ekonomi, kami mengapresiasi langkah cepat presiden yang segera menerbitkan perppu no 1 tahun 2020, diikuti keppresnya, sebagai paket penyelematan ekonomi dari pemerintah” Pungkas Rafli

 

Lanjutnya “Sekarang tinggal bagaimana implementasi perbankan dan lembaga keuangan lainya sebagai satu titik krusial. Dunia usaha perlu kepastian agar segera menyusun rencana dan strategi baru dalam upaya penyelematan bisnis yang berdampak pada ekonomi rakyat” Tandasnya.

 

Menurut politisi PKS asal Aceh itu “meskipun banyak data lembaga terpercaya merilis begitu pesimistis akan pertumbuhan ekonomi, kita harus optimis penuh semangat. Lebih – lebih BI telah mengijeksi likuiditas ke perbankan lebih dari Rp 400 triliyun, OJK telah melonggarkan kredit, LPS juga telah memiliki aset Rp 128 T, ini skenario cukup baik, tinggal bagaimana implementasi digenjot hingga segera menyentuh sektor riil” Tegas Rafli.[red_]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below