Bea Cukai Juanda Gelar Ekspos Penertiban Jasa Titipan (Jastip)

Suaraperistiwa.com,Sidoarjo – Bea Cukai Juanda gelar “Ekspos Penertiban Jasa Titipan (Jastip) Yang Melakukan Illegal Trading Dengan Modus Barang Bawaan Penumpang”.

Purwantoro, Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I yang didampingi oleh Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Budi Harjanto, memimpin secara langsung kegiatan Ekspos Penertiban Jasa Titipan yang dilaksanakan di aula Bea Cukai Juanda.Pada Kamis,(10/10/2019).

Dengan dirilisnya seri iPhone 11 terbaru dari Apple ternyata berdampak pada kenaikan upaya untuk memasukkan handphone tersebut lewat barang penumpang kedatangan internasional mengingat di Indonesia produk tersebut belum dirilis.

Kondisi ini membuka peluang para pelaku jastip untuk meraup keuntungan dengan modus barang bawaan penumpang. Dari hasil analisa tim intelijen dan kejelian para petugas Bea Cukai, dalam kurun waktu satu bulan terakhir Bea Cukai Juanda telah berhasil melakukan 5 (lima) kali penindakan di terminal kedatangan Bandara Internasional Juanda dengan total tegahan sebanyak 84 pcs iPhone 11 yang nilainya lebih dari 1,5 miliar rupiah.

Dari keseluruhan iPhone yang ditegah tersebut, terdapat 8 pcs yang sudah diselesaikan kewajiban kepabeanannya sesuai PMK yang berlaku.

Di samping iPhone, petugas juga berhasil mengamankan 90 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai jenis dan merk.

Di akhir paparannya, Purwantoro menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati jika memesan barang/ Pre-Order (PO) melalui jasa titipan (jastip) karena aturan di Bea Cukai yaitu PMK No. 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa Oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut sudah jelas mengatur tentang barang bawaan penumpang.

“Seluruh penumpang yang datang dari luar negeri agar memberitahukan setiap barang bawaan yang dibawa ke dalam Customs Declaratoin (BC 2.2) atau e-CD (elektronik Customs Declaration) dan menyerahkannya kepada Petugas Bea dan Cukai serta menyelesaikan kewajiban Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor secara “Cashless” melalui mesin EDC yang telah disediakan Bea Cukai” pungkasnya.

Budi Harjanto juga menambahkan bahwa setelah ekspos ini tidak ada lagi penumpang yang menyatakan tidak mengetahui tentang aturan barang bawaan penumpang khususnya Handphone berdasarkan asas “Presumptio iures de iure” atau Fictie Hukum yang artinya Asas berlakunya hukum yang menganggap setiap orang mengetahui adanya sesuatu Undang-Undang/Peraturan.

Sehingga, tidak ada alasan seseorang membebaskan diri dari Undang-Undang/Peraturan dengan pernyataan tidak mengetahui adanya Undang-Undang/Peraturan tersebut, yaitu ; PERMENDAG No. 38/M-DAG/PER/8/2013 tentang Perubahan Atas Permendag. No. 82/M-DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet dan PERMENKOMINFO No. 18 Tahun 2014 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.[]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below