Lapas Narkotika Jakarta Mengikuti Focus Group Discussion Program Rehabilitasi Narkotika Oleh BALITBANG Hukum Dan HAM

Lapas Narkotika Jakarta Mengikuti Focus Group Discussion Program Rehabilitasi Narkotika Oleh BALITBANG Hukum Dan HAMReviewed by Redaksion.This Is Article AboutLapas Narkotika Jakarta Mengikuti Focus Group Discussion Program Rehabilitasi Narkotika Oleh BALITBANG Hukum Dan HAMSuaraperistiwa.com,Jakarta – Dalam rangka melakukan Evaluasi Rehabilitasi bagi Tahanan dan Warga Binaan di UPT Pemasyarakatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM (BALITBANG) menggandeng UPT Pemasyarakatan dalam rangka pengumpulan data lapangan terkait Pengkajian Program Rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM menggelar diskusi yang diselenggarakan melalui Teleconference via aplikasi Zoom, pada […]

Suaraperistiwa.com,Jakarta – Dalam rangka melakukan Evaluasi Rehabilitasi bagi Tahanan dan Warga Binaan di UPT Pemasyarakatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM (BALITBANG) menggandeng UPT Pemasyarakatan dalam rangka pengumpulan data lapangan terkait Pengkajian Program Rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM menggelar diskusi yang diselenggarakan melalui Teleconference via aplikasi Zoom, pada Kamis (28/5/2020).

 

Yang diikuti oleh 8 UPT Pemasyarakatan yaitu : Lapas Narkotika Jakarta, Rutan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Narkotika Bandung, Lapas Narkotika Yogyakarta, Lapas Kerobokan Bali, Bapas Kelas I Jakarta Selatan dan Bapas Kelas I Jakarta Pusat.

 

Kegiatan dibuka oleh Taufik Hidayat Simatupang, S.H., M.H. selaku moderator dan Insan Firdaus, S.H., M.H. selaku peneliti dari BALITBANG Hukum dan HAM yang menggali informasi mengenai pelaksanaan Rehabilitasi yang sedang berlangsung di UPT Pemasyarakatan.

 

Oga G. Darmawan selaku Kalapas Narkotika Jakarta menyampaikan kepada Tim Peneliti “Lapas Narkotika Jakarta yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menyelenggarakan kegiatan Rehabilitasi dimana pelaksanaan Rehabilitasi di Lapas Narkotika sudah berjalan dengan baik dengan peserta 1400 orang dengan dibagi 2 gelombang, bulan Januari 2020 hingga Juni 2020 sebanyak 500 orang peserta rehabilitasi sosial dan 200 orang peserta rehabilitasi medis serta bulan Juli 2020 hingga Desember 2020 sebanyak 500 orang peserta rehabilitasi sosial dan 200 orang peserta rehabilitasi medis”

 

“Selama pandemi Covid-19, Lapas Narkotika Jakarta tetap menerapkan protokol kesehatan dan menyelenggarakan kegiatan rehabilitasi dengan menggunakan videocall antara peserta rehabilitasi dengan para pengajar sehingga pelaksanaan rehabilitasi tetap berjalan.” lanjut Oga.

 

Kegiatan diskusi ditutup oleh Insan Firdaus, S.H., M.H. selaku peneliti BALITBANG Hukum dan HAM yang menyampaikan “Kegiatan Rehabilitasi baik itu Rehabilitasi Sosial dan Rehabilitasi Medis merupakan satu kesatuan sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan seyogyanya dilaksanakan secara berkesinambungan/ tiap tahun.”[]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below